Ivan Clintoen Boetar-boetar

Today
Total
Online
0
11
0
widget
>

Senin, 09 Mei 2011

RELAY (cara kerja Relay,Fungsi nya, dan Cara Memasang nya)...






Sebenarnya banyak sekali ragam relay yang digunakan tergantung dari kebutuhan kita, mulai dari yang berjenis umum hingga yang khusus. Relay pada kendaraan digunakan untuk lampu utama, klakson (tidak semua mobil), FuelPump, ECU, Starter, Wiper (tidak semua mobil), sistem AC, fan radiator, lampu kabut, sistem alarm, sistem central lock, sistem Power Window, dan pada mobil Eropa banyak ditemukan relay yang di desain khusus, misalnya relay tersebut berfungsi juga sebagai timer, unloader dan lain-lain. Umumnya pada body relay, disertakan skema relay tersebut berikut nomor kaki nya. Juga pada bagian bawah, di masing-masing kaki terminal disertakan nomor kaki sebagai referensi terhadap skema relay pada body tadi.
Besar-kecilnya ukuran fisik suatu relay, biasanya berhubungan juga dengan kapasitas arus yang dapat ditangani oleh Contact-point relay. Jika arus yang disalurkan melebihi kapasitas kemampuan relay, maka contact point akan panas dan cepat aus. Jika contact point aus, maka kualitas konduktor / menyalurkan arus listrik menjadi terganggu. Pada kenyataannya, biasanya kita menemukan lampu akan menjadi redup, atau klakson menjadi tidak lantang lagi atau bahkan mati.

Cara Kerja Relay DC


Relay adalah saklar elektronik yang dapat membuka atau menutup rangkaian dengan menggunakan kontrol dari rangkaian elektronik lain. Sebuah relay tersusun atas kumparan, pegas, saklar (terhubung pada pegas) dan 2 kontak elektronik (normally close dan normally open)
  1. Normally close (NC) : saklar terhubung dengan kontak ini saat relay tidak aktif atau dapat dikatakan saklar dalam kondisi terbuka.
  2. Normally open (NO) : saklar terhubung dengan kontak ini saat relay aktif atau dapat dikatakan saklar dalam kondisi tertutup.

Berdasarkan pada prinsip dasar cara kerjanya, relay dapat bekerja karena adanya medan magnet yang digunakan untuk menggerakkan saklar. Saat kumparan diberikan tegangan sebesar tegangan kerja relay maka akan timbul medan magnet pada kumparan karena adanya arus yang mengalir pada lilitan kawat. Kumparan yang bersifat sebagai elektromagnet ini kemudian akan menarik saklar dari kontak NC ke kontak NO. Jika tegangan pada kumparan dimatikan maka medan magnet pada kumparan akan hilang sehingga pegas akan menarik saklar ke kontak NC.


widgets





Fungsi dan cara memasang Rellay

Relay sebagai salah satu onderdil elekronik, sering dipakai
dalam kontrol switching beberapa alat, misalnya untuk pemakaian
lampu kabut atau klakson tambahan yang memakai daya cukup besar.
Bagaimana design dan penggunaan relay ini, mari kita lihat lebih
dalam






Relay itu sendiri terdiri dari coil dan dan beberapa kaki
elektroda yang menjadi obyek kontrol jalannya arus listrik.
Diujing coil ada plat konduktor yang berfungsi untuk mengatur
jalur arus listrik terhadap keperluan kontrol tsb. Plat konduktor
ini bekerja sebagai switching tadi karena ada nya efek
elektromagnet yang terjadi pada coil karena adanya tegangan
kontrolyang bekerja pada coil.








Pada sistem mobil, salah satu contoh rangkaian relay ini bisa
kita lihat spt di bawah,














 <img
src="http://kampq.hypermart.net/indoto/relaylampubig.jpg"
alt="Contoh rangkaian relay untuk lampu" width="250"
height="156">














Dalam hal ini relay memakai 4 elektroda yaitu untuk elektroda
lampu (L), lalu elektroda dari accu (cool, elektroda untuk switch (S),
dan elektroda untuk body earth. Swith biasanya diletakkan dalam
ruangan kemudi, sedangkan elemen yang lain diletakkan di luar
ruang kemudi. Ketika switch mengalami kontak, maka arus dari accu
akan tersalurkan ke rangkaian lampu dan lampu mulai menyala.








Tujuan pemakaian relay pada sistem beban yang berat, lampu
yang terang atau klakson yang kuat, adalah untuk menghindari
terjadinya voltage drop. Secara elektronik, bisa saja lampu atau
klakson tsb dihubungkan langsung dengan switch yang ada di dalam
ruang kemudi, namun apabila itu dilakukan, maka rangkain akan
menjadi cukup panjang, dan hal ini untuk arus yang cukup besar
akan terjadi voltage drop karena terbatasnya power dalam accu.
Dengan meletakkan relay di dekat obyek dan accu, atau
memperpendek jalur listrik yang berarus besar tsb, maka bisa
dihindari voltage drop yang tidak diinginkan.








Rangkaian di bawah adalah contoh lain untuk relay yang
digunakan, relay di sini memiliki 4 kaki elektroda yang
dihubungkan dengan kabel. #














 <img src="http://kampq.hypermart.net/indoto/relay2lampubig.jpg" alt="Contoh rangkaian relay untuk lampu"
width="326" height="222">
Relay arus lebih adalah relay yang bekerja terhadap arus lebih, ia akan bekerja bila arus yang mengalir melebihi nilai settingnya (I set).


Prinsip Kerja
Pada dasarnya relay arus lebih adalah suatu alat yang mendeteksi besaran arus yang melalui suatu jaringan dengan bantuan trafo arus. Harga atau besaran yang boleh melewatinya disebut dengan setting.

Macam-macam karakteristik relay arus lebih :
a. Relay waktu seketika (Instantaneous relay)
b. Relay arus lebih waktu tertentu (Definite time relay)
c. Relay arus lebih waktu terbalik (Inverse Relay)


Relay Waktu Seketika (Instantaneous relay)
Relay yang bekerja seketika (tanpa waktu tunda) ketika arus yang mengalir melebihi nilai settingnya, relay akan bekerja dalam waktu beberapa mili detik (10 – 20 ms). Dapat kita lihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 1. Karakteristik Relay Waktu Seketika (Instantaneous Relay).

Relay ini jarang berdiri sendiri tetapi umumnya dikombinasikan dengan relay arus lebih dengan karakteristik yang lain.

Relay arus lebih waktu tertentu (definite time relay)

Relay ini akan memberikan perintah pada PMT pada saat terjadi gangguan hubung singkat dan besarnya arus gangguan melampaui settingnya (Is), dan jangka waktu kerja relay mulai pick up sampai kerja relay diperpanjang dengan waktu tertentu tidak tergantung besarnya arus yang mengerjakan relay, lihat gambar dibawah ini.

Gambar 2. Karakteristik Relay Arus Lebih Waktu Tertentu (Definite Time Relay).

Relay arus lebih waktu terbalik

Relay ini akan bekerja dengan waktu tunda yang tergantung dari besarnya arus secara terbalik (inverse time), makin besar arus makin kecil waktu tundanya. Karakteristik ini bermacam-macam dan setiap pabrik dapat membuat karakteristik yang berbeda-beda, karakteristik waktunya dibedakan dalam tiga kelompok :
• Standar invers
• Very inverse
• Extreemely inverse


Gambar 3. Karakteistik Relay Arus Lebih Waktu Terbalik (Inverse Relay).

Pengaman Pada Relay Arus Lebih
Pada relay arus lebih memiliki 2 jenis pengamanan yang berbeda antara lain:

•Pengamanan hubung singkat fasa. Relay mendeteksi arus fasa. Oleh karena itu, disebut pula “Relay fasa”. Karena pada relay tersebut dialiri oleh arus fasa, maka settingnya (Is) harus lebih besar dari arus beban maksimum. Ditetapkan Is = 1,2 x In (In = arus nominal peralatan terlemah).

•Pengamanan hubung tanah. Arus gangguan satu fasa tanah ada kemungkinan lebih kecil dari arus beban, ini disebabkan karena salah satu atau dari kedua hal berikut:
Gangguan tanah ini melalui tahanan gangguan yang masih cukup tinggi. Pentanahan netral sistemnya melalui impedansi/tahanan yang tinggi, atau bahkan tidak ditanahkan Dalam hal demikian, relay pengaman hubung singkat (relay fasa) tidak dapat mendeteksi gangguan tanah tersebut. Supaya relay sensitive terhadap gangguan tersebut dan tidak salah kerja oleh arus beban, maka relay dipasang tidak pada kawat fasa melainkan kawat netral pada sekunder trafo arusnya. Dengan demikian relay ini dialiri oleh arus netralnya, berdasarkan komponen simetrisnya arus netral adalah jumlah dari arus ketiga fasanya. Arus urutan nol dirangkaian primernya baru dapat mengalir jika terdapat jalan kembali melalui tanah (melalui kawat netral)

Gambar 4. Sambungan Relay GFR dan 2 OCR.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda